Minggu, 25 Desember 2011

What Love’s Like? – Part 4


Tittle                : What Love’s Like? – Part 4
Author             : ratu_regina
Genre              : Romance, Comedy
Cast                 : Choi Minho, Lee Taemin, Kim Kibum “Key”, Onew, Taecyeon & Junho 2PM SHINee, Bae Suzy, Choi Minyoung (OC)
Length             : ?
Rating              : PG-15



Sue Ji POV
            Hari ini aku pulang bersama Key. Jangan salah sangka dulu. Apalagi untuk iri. Karena aku bukan berkunjung sebagai teman apalagi kekasih melainkan seorang pengganti pembantunya. Bukan berarti aku pembantu loh ! Dia kan tak menggajiku.
            Aku masuk ke dalam mobil keren Key. Tak pernah kubayangkan bisa semobil dengannya. Kali ini sebaiknya kulupakan dulu sejenak tujuanku ke apartemennya. Lebih baik menikmati saat-saat bersama namja idamanku yang tak mungkin kudapatkan #lebay
            Kuperhatikan isi mobilnya, terdapat banyak pernak-pernik Sponge Bob dan hal-hal bernuansa basket. “Kau suka Sponge Bob?” tanyaku dengan pandangan masih menjelajah isi mobilnya. Sesekali aku meliriknya yang sedang serius menyetir sambil menikmati alunan musik. Tanpa mengeluarkan suara apapun dari mulutnya, ia hanya mengangguk.
            Tak lama kemudian kami tiba di tempat tujuan. Ia turun pertama. Disusul oleh aku yang membawakan tasnya. “Kajja !” ajaknya. Kami naik lift menuju lantai tiga kemudian tiba di depan pintu apartemennya.
            Ketika masuk kudapati di apartemen Key tak ada siapapun. Artinya hanya ada kami berdua. Keluarganya ke mana ya? Padahal aku penasaran seperti apa rupa orang tua Key sampai bisa melahirkan namja setampan ia. “Orang tuamu sedang tidak ada?” tanyaku.
            “Mereka tinggal di Shanghai. Aku tinggal sendiri,” jawabnya sambil mengambil minuman dingin dari kulkas. ”Oh iya, penyedot debunya ada di sana,” katanya sambil menunjuk ke sebuah pintu yang menurutku adalah gudang. “Ne,” sahutku sambil cemberut menuju pintu tersebut. “Ia bahkan tak menawariku untuk duduk dan sekedar minum air putih,” omelku sambil berbisik agar tak terdengar olehnya.
            Akhirnya aku membersihkan tempat tinggal Key. Tak lupa kuamati setiap benda yang ada di sini, termasuk foto-fotonya. “Bukankah ini Kim Jonghyun sunbae?” tanyaku pada Key sambil menunjuk fotonya yang sedang berdua dengan Jonghyun sunbae – salah seorang sunbae populer di sekolahku. “Ia sepupuku. Tinggal di sebelah,” jawabnya.
            Kulihat lagi, ada sebuah foto Key bersama tim basket semasa SMP. Eh, sepertinya sekilas aku melihat seseorang yang kukenal di foto itu. Bukan Key, tapi namja di sebelah kirinya. Namja itu sedang merangkul Key di kanan dan seorang yeoja di sebelah kirinya. Choi Minho. Namja jangkung+belo itu. Pantas saja mereka saling kenal. Eh, tapi yeoja di sebelah Minho itu siapa ya? Dengan senyum manisnya ia terlihat saaaangat cantik. Sepertinya ia bukan pemain basket karena ia satu-satunya yang memakai seragam sekolah. Jangan-jangan ia adalah yeojachingu Minho? Mata mereka sama-sama belo dan senyumnya pun mirip. Aigoo...pasangan yang serasi.
            “Itu Minho, yang kemarin tanding basket di sekolah kita. Kau ingat?” katanya mengagetkanku. Aku mengangguk. “Lalu dia?” tanyaku sambil menunjuk yeoja cantik tadi.
            “Dia adalah Choi Minyoung, yeodongsaeng Minho,” jawabnya. Aku hanya menanggapi dengan ber-oh ria.
            Eh ! Dongsaeng Minho? Jadi, gadis ini yang bahkan tak dilirik oleh Key? Waduh....jangan-jangan Key katarak?
            “Tidakkah ia cantik, Key?” tanyaku seusai besih-bersih. Saat ini kami sedang masak berdua, nampaknya ia jago masak. “Nugu?” Key balik bertanya.
            “Choi Minyoung. Ia mirip sekali dengan Minho,” jawabku. Aku sedang berusaha mencari tau pendapat Key mengenai Minyoung. Kalau kurang cantik itu tidak mungkin. Sangat tidak mungkin.
            “Memang cantik. Memang kenapa? Kau suka?” tanya Key balik. “Mwo? Suka? Aku masih normal, Key. Memangnya tidak boleh memuji sesama yeoja? Jangan-jangan kau yang suka?” godaku. Bagus, Sue Ji ! Pancing terus !
            “Aku? Suka pada bocah itu? Yang benar saja ! Dia bahkan lebih manja dari anak umur 5 tahun,” keluhnya.
            Tanpa kusadari ternyata sedari tadi kami memasak sambil mengobrol banyak hal. Ternyata Key tidak seburuk dugaanku. Buktinya aku bisa mengobrol banyak hal dengannya. Kami mulai sedikit akrab. Sedikit.

Author POV
            Setelah bersih-bersih dan masak bersama Key, Sue Ji pulang dan menggantikan pekerjaan eomma-nya di toko.
            Pukul 8 malam, seperti biasa Minho akan datang.
            “Bagaimana?” tanya Minho. Sue Ji sudah mengerti akan hal yang ditanyakan oleh Minho.
            “Dongsaengmu cantik sekali. Tapi sayang ya pantas saja Key tak mau dengannya karena Key tak menyukai sifat kekanak-kanakannya,” jelasku singkat. Minho nampak kecewa.
            “Untuk sementara ini baru itu saja yang bisa kulakukan. Aku tak bisa berbuat banyak. Kau tau sendiri kan ia bahkan baru tau namaku,” kataku lagi. Ia terlihat pasrah kemudian pulang setelah membayar belanjaannya.

Minho POV
            “Untuk sementara ini baru itu saja yang bisa kulakukan. Aku tak bisa berbuat banyak. Kau tau sendiri kan ia bahkan baru tau namaku,” kata Sue Ji. Sebenarnya aku tak bisa mengandalkan dia sepenuhnya. Aku bahkan tak yakin ia akan bisa membuat Key menyukai dongsaengku. Terlebih karena sifat kekanak-kanakkannya yang terkadang membuatku repot. Tapi mau bagaimana lagi, dia kan dongsaengku dan aku oppanya. Semanja apapun aku tetap menyayanginya dan tak tega kalau ia harus bersedih. Selain itu aku juga melakukan ini demi Key agar ia bisa melupakan yeoja itu.
            Ya. Yeoja itu, yang menyebabkan Key enggan mempunyai yeojachingu hingga saat ini.

Author POV
            Kriiiiiiiing....!!! Telepon rumah Key berbunyi. Dengan segera Key mengangkatnya.
            “Yeoboseyo?”
            Hening di seberang sana.
            “Yeoboseyo? Ini siapa? Yeob..” klik. Telepon ditutup. “Aneh,” gumam Key. Ia berpikir mungkin itu ulah orang iseng atau salah seorang siswi yang menyukainya. Ingat kan Key itu populer?

*
            Hari Minggu, Sue Ji sedang asik memilih komik di toko buku. Tak lama kemudian ponselnya berdering dan kontan membuat para pengunjung menatapnya risih. “Mianhamnida..” bisik Sue Ji kepada para pengunjung toko, ia segera berjalan ke pojok dan melihat nama peneleponnya : Key.
            “Yeob..”
            “Lama sekali sih mengangkatnya?!” omel Key tanpa mempedulikan salam si penerima telepon. Sue Ji mencibir kesal.
            “ Ck ! Aku sedang di perpustakaan, bawel !” desis Sue Ji.
            “Aku tak bertanya kau dimana. Belikan aku minum,” pinta Key.
            “Minum? Ya ! Kau menggangguku hanya untuk menyuruhku beli minuman untukmu? Yang benar saja, berhenti bercanda, Key,” elak Sue Ji.
            “Bercanda? Sudahlah cepat belikan aku minum. Aku lupa bawa minum untuk latihan. Memangnya kau mau tanggung jawab kalau aku dehidrasi?” paksa Key. Sue Ji mendengus kesal. “Huh ! Arasso, kau latihan di mana?” tanya Sue Ji setengah membentak. Para pengunjung langsung ber-“Sst”-ria mendengar bentakan Sue Ji. Tanpa basa-basi Sue Ji buru-buru meninggalkan tempat tersebut sebelum ia diusir.
           
*

            Sue Ji berjalan memasuki tempat di mana Key dan teman-temannya sedang berlatih.
            “Key !” panggil Sue Ji. Yang dipanggil malah pura-pura tak mendengar. “KEY !” panggil Sue Ji lagi, kali ini ia berteriak. Key tetap pura-pura tak mendengarkan.
            “YA KIM KIBUM ! KEY !” Sue Ji kehabisan kesabaran, nyaris melempar minuman yang dibawanya ke arah namja yang sedari tadi mengacuhkannya. Namun diurungkannya niat itu karena akhirnya permainan selesai, Key dan teman-temannya beristirahat. Ia segera menghampiri Key yang bemandikan keringat. Melihat Sue Ji, Key menengadahkan tangan. Yeoja di hadapannya cemberut sambil memberikan kantung berisi dua botol isotonik.
            Seorang namja disusul teman-temannya baru datang dan menghampiri Key. “Sudah pemanasan rupanya,” kata suara berat di belakang Sue Ji. Jantung Sue Ji langsung berdegup kencang mendengar suara itu. Ia hafal benar siapa pemiliknya hingga si pemilik suara berdiri di sebelahnya.
            “Minho?” Sue Ji berusaha bersikap biasa. Tanpa sepengetahuan Key, Minho mengedipkan sebelah matanya kepada Sue Ji – sebagai isyarat agar Sue Ji tidak keceplosan mengenai perjanjian mereka. Sue Ji tersenyum tanda mengerti.
            “Annyeong Sue Ji noona,” sapa Taemin. “A-annyeong,” balas Sue Ji. “Sedang apa kau di sini? Ah...mau melihat kami latihan ya? Kau dukung siapa?” borong Taemin membuat Sue Ji bingung harus menjawab apa.
            “Dia budakku,” ujar Key akhirnya. Membuat Sue Ji dan Taemin serentak kaget. “Karena dia adalah budakku maka ia harus mendukungku,” tambah Key lagi. Kemudian ia tersenyum tengil sambil melihat Sue Ji yang juga sedang menatapnya garang. Taemin yang menyaksikan keduanya memandang Minho penuh tanya, Minho hanya mengangkat bahu, enggan ikut pusing karena tanpa sepengetahuan Taemin maupun Key ia sudah tau mengenai perbudakan ini.
            Key menyudahi adu tatapnya dengan Sue Ji. Beralih menatap Minho, “Oh iya, tidakkah kau mengenalnya? Seingatku kau pernah menanyakan orang bernama Bae Sue Ji di sekolahku. Apa dia orangnya?”
            “Hmm..begitulah,” jawab Minho tak pasti. Key memutuskan bahwa katidakpastian itu adalah “iya” versi Minho.
            “Key, Minho, Taemin, kalian sedang apa? Istirahatnya sudah selesai, ayo main lagi !” panggil Onew dari tengah lapangan. Akhirnya Sue Ji ditinggal sendiri di bangku penonton.

Sue Ji POV
            Tsk ! Apa-apaan sih dia mempermalukanku di hadapan Taemin, menyebalkan ! Key, kau menyebalkan ! Minho juga, ia sepertinya enggan mengakui kalau kami saling kenal.
            Santai, Sue Ji. Ini hanya bagian dari perjanjian. Seminggu. Hanya seminggu. Ah, benar ! Bagaimana dengan Minyoung? Aku bahkan tak tau cara membuat ia bisa dekat dengan Key. Aigoo... membuatku pusing. Lebih baik aku melihat mereka latihan saja. Jarang-jarang kan bisa dapat kesempatan jadi penonton tunggal.
            Taemin bermain dengan gesit. Ya, nampaknya hanya ia saja namja tampan yang berperilaku baik. Ia juga imut.
            “Hwaiting, Taemin !” teriakku menyemangati. Key dan Minho langsung memelototiku. Eh, Minho? Rupanya ia juga ingin kusemangati. Haha *pede*
            Tuk..tuk...tuk... terdengar suara hak sepatu menuju ke arahku. Penasaran, aku menengok ke sumber suara. Dia...

            Author POV
            Seorang yeoja cantik, dengan tubuh langsing dan dandanan rapi memasuki ruangan dan duduk tak jauh dari tempat Sue Ji duduk. Sue Ji sempat terpana melihatnya. Yeoja ini, benarkah Key bahkan tak meliriknya? Kalau iya, apalagi aku. Key pasti benar-benar menganggapku sebagai seorang budak, pikir Sue Ji.
            “Key oppa, Minho oppa, hwaiting !” teriak yeoja tersebut. Minho tersenyum melihat adiknya, namun Key bahkan tak menengok sedikitpun.
            Tak lama kemudian permainan berakhir. Key berjalan ke tempat Sue Ji duduk kemudian duduk di sebelahnya. Minyoung mengikuti dengan duduk di sebelah Key.
            “Ini, oppa. Kubawakan minum,” tawar Minyoung. Namun Key malah mengambil botol minum di tangan Sue Ji.
Minho menghampiri mereka. “Minyoung, kau datang rupanya,” sapa Minho pada dongsaeng kesayangannya tersebut. “Ne,” sahut Minyoung murung. Ia menatap sebal pada Sue Ji. Melihat yeoja itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sue Ji yang merasa sedang dinilai oleh Minyoung merasa tidak nyaman. Minho yang mengetahui hal tersebut segera menyikut Taemin. Mengerti dengan isyarat seniornya, Taemin berusaha mencairkan suasana.
"Minyoung-ah, kudengar kau jadi cover girl. Chukae... Bagaimana kalau kau mentraktir kami?” tanya Taemin riang. Wajah Minyoung sumringah, “Ne. Hehehe... Ah, bagaimana kalau kita makan di temp...”
“Ayam !” teriak Onew. Semua mata langsung menuju ke sumber suara. Kaget dengan teriakannya yang tiba-tiba. Sebenarnya hal ini sudah biasa. Ketika mendengar tentang makan, yang pertama kali terpikirkan oleh Onew adalah ayam, maka ia akan refleks berteriak “Ayam !” dengan penuhn semangat.
Karena tidak ada usul lain, sesuai keinginan Onew mereka semua pergi ke restoran ayam cepat saji. Sue Ji dan Key juga ikut atas paksaan Taemin.
*
Setibanya di restoran, Minyoung segera ambil ancang-ancang untuk duduk di sebelah Key. Minho tersenyum, ia duduk di sebelah Sue Ji, membuat jantung Sue Ji nyaris copot menyadari Minho di sebelahnya.
“Minho, apa kau yakin Key bisa menyukai Minyoung? Key bahkan tak memandangnya sedari tadi,” bisik Sue Ji. Minho hanya mendesah pelan. “Bisa tidak kita bicarakan ini nanti malam?” pinta Minho. Sue Ji mengangguk pelan.
“Oppa, makanlah yang banyak. Kau pasti lelah sehabis latihan bukan?” tanya Minyoung namun tak ditanggapi oleh Key.
“Minyoung, ayam lebihnya boleh untukku tidak? Daripada tidak ada yang makan, mubajir.” pinta Onew. Sambil cemberut, Minyoung menyerahkan dua potong ayam yang belum disentuh oleh siapapun.
Mungkin bagi teman-teman Key dan Minho kejadian – Minyoung lengket sekali pada Key – ini sudah biasa. Tapi bagi Sue Ji, ia tak menyangka yeoja secantik Minyoung ternyata mempunyai tabiat buruk. Contohnya saja saat mereka berjalan tadi, Minyoung terus saja bergelayut di tangan Key. Bahkan sepertinya Minyoung cemburu padanya. Setiap Key dekat dengan Sue Ji – walau sedetik – pasti Munyoung akan menjauhkan mereka. Tak tahukah ia bahwa Sue Ji adalah budak Key? Sepertinya ia belum tau. Seandainya ia tau pun, usahanya menjauhkan Key dari Sue Ji pun akan semakin gencar.
Onew makan dengan lahap, hal ini juga baru bagi Sue Ji. Sosok Onew sebagai salah satu namja populer di sekolah tidak seperti ini. Ia tampan, pintar, jago main basket, hanya saja ia cukup pendiam. Melihat betapa rakusnya ia ketika menghadapi ayam mungkin akan membuat para yeoja ilfil, atau ia justru terlihat lucu seperti anak kecil?
Bagi Sue Ji, walaupun hanya sebagai budak Key, ia senang bisa makan bersama Key, Minho, dan teman-teman mereka. Walau ia merasa kalau Minyoung kurang menyukainya, tapi mungkin suatu hari jika misinya berhasil Minyoung akan sangat berterima kasih padanya. Semoga saja..
Usai makan-makan Sue Ji, Minho, Key, Minyoung, Taemin, Onew, Taecyeon dan Junho bersiap pulang. Ketika di ambang pintu restoran, mereka berpapasan dengan seorang yeoja yang membuat Key tiba-tiba mematung, disusul oleh Minho dan Onew yang tekejut melihat yeoja tersebut. Yang lain bingung melihat kelakuan Key dan ketiga orang tersebut.
Merasa diperhatikan, akhirnya yeoja itu melihat ke arah rombongan di sampingnya. Ikut terkejut melihat salah seorang di antara rombongan itu.
“Kim Kibum-ssi?” terka yeoja itu. Key masih mematung. Perasaannya campur aduk antara senang tapi benci. Ya, ia memiliki cukup banyak alasan untuk membenci yeoja di hadapannya. Mau tau apa alasannya? Tunggu di part selanjutnya ! See you readers ^^

T B C

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...